Total Tayangan Laman

Jumat, 30 Juli 2010

VISI MISI PUSKESMAS BENJENG GRESIK

I. VISI DAN MISI PUSKESMAS BENJENG

Puskesmas Benjeng adalah merupakan unit pelaksana teknis (UPT) Sehingga Visi dan Misi Puskesmas Benjeng merupakan integral dan selaras dengan visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik
Dalam pembangunan bidang kesehatan di Wilayah Puskesmas Benjeng telah disepakati Visi-Misi melalui rapat lintas program pada awal tahun 2009 yaitu

A. VISI
Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan dengan mewujudkan Puskesmas Benjeng sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar dan Puskesmas Rujukan tahun 2013.

B. MISI
Terdiri dari :
Mendorong kemandirian masyrakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat
Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata, dan terjangkau dalam bentuk promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui pengadaan perlengkapan dan perbaikan saran dan prasarana
Membangun citra pelayanan dengan memperlakukan pengguna pelayanan sebagai pusat perhatian melalui perbaikan, penampilan dan etika bekerja
Mewujudkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang transparan dan professional melalui pelatihan , pendidikan, penyebarluasan informasi dan kesempatan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Mengembangkan manajemen kesehatan melalui penguasaan tekhnologi informasi.

C. MOTTO
Kepuasaan Anda Kebahagian Kami, Masyarakat Sehat Dambaan Kita Bersama

D. ISU STRTEGIS
Yaitu :
- Masih rendahnya manajemen kesehatan
- Masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang Kesehatan yang disebabkan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan

E. TUJUAN
Yaitu : - Meningkatkan manajemen pelayanan kesehatam masyarakat
- Meningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
F. SASARAN
Meliputi :
1.Tercapainya peningkatan mutu pelayanan kesehatan
2.Terwujudnya penyediaan obat-obatan yang memadai untuk pelayanan Kesehatan dasar
3.Terwujudnya peningkatan sarana prasarana kesehatan
4.Tercapainya peningkatan profesionalisme petugas kesehatan

G. STRATEGI KEBIJAKAN
Meliputi :
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan
2. Mengembanagkan saran prasarana kesehatan
3. Meningkakan frekuensi pengawasan terhadap pelayanan kesehatan
4. Menerapkan sanksi terhadap aparat kesehatan atas pelanggaran yang
dilakukan sesuai aturan yang berlaku
5. Menyediakan pendidikan pelatihan bagi petugas kesehatan

GAMBARAN UMUM PUSKESMAS BENJENG GRESIK

A. KEADAAN GEOGRAFI

Puskesmas Benjeng Termasuk Wilayah Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik, mempunyai luas wilayah kerja : 29,29 km2 , 75 %
merupakan daerah pertanian selebihnya merupakan daerah pemukiman penduduk dengan batas wilayah sebagai berikut:
- Utara : Wilayah kerja Puskesmas Metatu
- Selatan : Kecamatan Kedamaean
- Timur : Kecamatan Cerme
- Barat : Kecamatan Balongpanggang

Puskesmas Benjeng Terletak di Desa Benjeng Kecamatan Benjeng dengan jarak dari Ibu Kota Kecamatan 500 m sedangkan dari Ibu Kota Kabupaten sekitar 20 km .
Wilayah Puskesmas Benjeng meliputi 15 desa binaan meliputi :





















1. Desa Bulurejo

2. Desa Klampok
3. Desa Dermo
4. Desa Kedungsekar
5. Desa Sirnoboyo
6. Desa Kedungrukem
7. Desa Munggugianti
8. Desa Deliksumber
9. Desa Sedapurklagen
10. Desa Lundo
11. Desa Bulangkulon
12. Desa Bengkelolor
13. Desa Gluranploso
14. Desa Balongtunjung
15. Desa Balongmojo


Desa Satu dengan yang lain dihubungkan dengan jalan Desa sebagaian besar sudah beraspal / paving klas I dan II yang bisa dilalui kendaraan bermotor roda dua dan empat, waktu tempuh terlama dari desa ke Puskesmas sekitar 45 menit
Sebagian besar desa di wilayah Puskesmas Benjeng terletak di bantaran hilir sungai lamong, sehingga pada musin hujan desa-desa tersebut menjadi langganan banjir kiriman berasal dari daerah hulu.
Wilayah Puskesmas Benjeng beriklim Tropis dengan dua musim, yaitu musim kemarau (biasanya berlangsung bulan Mei sampai Oktober) dan musim hujan (yang biasanya berlangsung bulan November sampai April), tetapi pada dua tahun terakhir keadaan musim tersebut sering kali bergeser dimana musim hujan lebih panjang atau sebaliknya .Adapun gambaran umum di wilayah kerja Puskesmas Benjeng di tahun 2009 dalam berbagai seginya adalah sebagai berikut.

B. KEADAAN PENDUDUK


Uraian tentang kependudukan berikut ini sebagaian besar diambil dari data proyeksi Kecamatan tahun 2009 dan sebagian dari pendataan petugas kesehatan di tiap desa karena masih lemahnya pencatatan data kependudukan di kecamatan.
Komposisi penduduk wilayah kerja Puskesmas Benjeng dirinci menurut kelompok umur dan jenis kelamin, menunjukkan penduduk laki laki maupun perempuan terbanyak berada kelompok umur 5 9 dan 10 14 tahun

Penduduk menurut kelompok umur menunjukkan bahwa 32,40% penduduk wilayah kerja Puskesmas Benjeng berusia muda. (0 14 tahun), 61,69% berusia produktif (umur 15 64 tahun), dan hanya. 5,91% yang berumur 65 tahun lebih, sehingga diperolch angka ketergantungan (dependency ratio) penduduk wilayah kerja Puskesmas Benjeng sebesar 62,10 artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 62 orang pcnduduk usia tidak produktif. Sedangkan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayah kerja Puskesmas tercatat sebanyak 6.449 KK (data dari kantor Kecamatan), data ini berbeda dari hasil pendataan petugas Puskesmas di tiap desa yaitu sebanyak 7.697 KK, diantara jumlah tersebut (data dari kantor kecamatan) sebesar 26,07 persen-ya (1.681 KK) terdaftar sebagai Keluarga Miskin (Gakin).


C. KEADAAN EKONOMI DAN MATA PENCAHARIAN

Gambaran keadaan ekonomi tahun 2009 disajikan secara sangat umum meliputi, sektor pertanian, industri, keuangan dan ketenaga kerjaan. Data informasi untuk penyajian ini berasal dari laporan Kecamatan Benjeng Dalam Angka tahun 2009 yang dirinci perdesa.
Lapangan usaha penduduk wilayah kerja Puskesmas Benjeng Sebagian besar bergerak di bidang pertanian (91%), sisanya (9%) bergerak di bidang industri,konstruksi, perdagangan, angkutan, jasa dan lain-lain termasuk PNS ,TNI/Polri dan TKI ke Luar Negeri.
Hasil utama pertanian adalah padi (66%), selebihnya berupa jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ketela dan buah-buahan terutama mangga. Hasil lain berupa ikan tetapi besar sesungguh tidak tercatat dengan pasti walaupun merupakan penghasilan utama setelah padi.
Rata-rata hasil panen pertahun dari hasil pertanian antara lain padi 14.396 ton gabah kering, jagung 2.808 ton,kedelei 590 ton/, kacang tanah 702 ton, kacang hijau 117 ton
Kesemuanya bila dikonversi dengan uang rata-rata dari hasil pertanian menghasilkan pendapatan kurang lebih 33,88 milyar rupiah, dengan demikian pendapatan dari sektor pertanian memberi kontribusi pendapatan perkapita tidak kurang Rp.1,2 juta/tahun,kecil memang, bila hanya mengandalkan hasil dari sektor pertanian penduduk Wilayah Puskesmas Benjeng dapat dikategorikan penduduk dengan penghasilan kurang


D. KEADAAN PENDIDIKAN


Uraian tentang keadaan pendidikan berikut ini sebagian besar diambil dari laporan petugas dari desa dengan dibantu kader kesehatan. Hal ini terpaksa kamilakukan karena hampir tiap desa tidak punya data tentang status pendidikan di desanya masing, di tingkat kecamatan juga tidak punya data sama sekali sedangkan di kantor cabang dinas pendidikan kecamatan Benjeng hanya punya data jumlah murid di tiap sekolah yang ada di wilayah kecamatan Benjeng saja. Hasil pendataan ini pun kami tidak bisa merinci per jenis kelamin Grafik 3b menggambarkan proporsi tingkat pendidikan terakhir bagi penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak sekolah lagi. Sekali lagi data tersebut tidak merinci perjenis kelamin, tetapi bila di amati jumlah murid di kebanyakan sekolah-sekolah komposisi laki-laki dan perempuan hampir seimbang, sehingga dapat di asumsikan proporsi tingkat pendidikan berimbang antara laki-laki dan perempuan
Menurut hasil perkiraan pendataan ini , persentase penduduk usia 10 tahun keatas yang tidak pernah sekolah sama sekali adalah sebesar 8,9% ,angka Persentase terendah di desa Benjeng 6,98%, sedang tertinggi di sirnoboyo 12,69%. Sementara itu penduduk usia 10 tahun ke atas yang masih bersekolah sebesar 30% terdiri dari 15% bersekolah di SD/MI, 10% di SLTP/MTs, 5% SMU/SMK/MA, dan 1 % di akademi/Umversitas

Ijazah/STTB tertinggi yang dimiliki pcnduduk metupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal. Semakin tinggi ijazah/STTB yang dimiliki olch rata rata penduduk suatu Negara mencerminkan semakin tingginya taraf intelektualitas bangsa dari negara. tersebut. Di Wilayah kerja Puskesmas Benjeng pada tahun 2009, penduduk berumur 10 tahun ke atas yang tidak/belum memiliki ijazah/STTB sebanyak 31,16%. Sedangkan yang sudah memiliki ijazah terdiri atas tamat SDN/MI sebanyak 44,39%, tamat SLTP/MTs sebanyak 15,75%, tamat SMU/SMK sebanyak 7,92%, dan tamat Perguruan Tinggi sebanyak 0,79%.
Untuk sarana pendidikan, sekolah umum/ madrasah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Benjeng antaras lain :
- Taman kanak-kanan : 18 buah
- SD dan Madrasah Sederajat : 15/12 buah
- SMP dan sederajat : 2/5 buah
- SMA dan sederajat : 1/2 buah
- Akademi : -
- Perguruan Tinggi : -
- Ponpes : 1 buah

Demikian gambaran umum Wilayah Kerja Puskesmas Benjeng Tahun 2009 secara ringkas. Gambaran yang ditonjolkan memang dibatasi pada aspek aspek kependudukan, perekonornian, dan pendidikan. Hal ini tidak lain karena, ketiganya, khususnya perckonomian dan pendidikan, bersama sama dengan kesehatan menentukan besar/kecilnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development. Index (HDI) bangsa Indonesia.